Nilai Pasar Skuad Timnas Indonesia 11 Kali Lipat Timor Leste Jelang Duel Piala AFF 2026
Data Transfermarkt yang dihimpun Bola.net menunjukkan nilai pasar skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 mencapai Rp163,82 miliar, sekitar 11 kali lipat dari Timor Leste, lawan mereka di Grup A pada Jumat (31/7/2026).
Foto: Wikimedia Commons / BPMI Sekretariat Presiden - Muchlis Jr (Public domain)Rp149,74 miliar — itu selisih nilai pasar yang memisahkan skuad Timnas Indonesia dan Timor Leste jelang laga kedua Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Chonburi, Thailand, Jumat (31/7/2026). Berdasarkan data Transfermarkt yang dihimpun Bola.net, total nilai pasar skuad Garuda tercatat sekitar 11 kali lipat dari lawannya tersebut.
Duel ini berlangsung setelah Indonesia membuka Grup A dengan kemenangan meyakinkan 5-1 atas Kamboja. Hasil itu, ditambah keunggulan nilai pasar, membuat skuad Garuda lebih difavoritkan meraih tiga poin lagi, meski di atas kertas belum tentu berbanding lurus dengan hasil di lapangan.
Rp163,82 Miliar, Termahal di Antara Semua Peserta
Versi Transfermarkt, berikut peringkat nilai pasar skuad empat tim yang jadi sorotan di fase grup:
- Timnas Indonesia: Rp163,82 miliar (tertinggi di turnamen)
- Vietnam: Rp115,15 miliar
- Thailand: Rp88,21 miliar
- Timor Leste: Rp14,08 miliar (terendah di turnamen)
Thom Haye Sendirian Lampaui Skuad Timor Leste
Deretan pemain bernilai pasar tertinggi turnamen ini juga didominasi punggawa Garuda. Thom Haye memuncaki daftar dengan Rp15,64 miliar — angka yang, menariknya, sudah melampaui total nilai pasar seluruh skuad Timor Leste. Di belakangnya menyusul Rizky Ridho senilai Rp11,3 miliar dan Sandy Walsh dengan Rp10,4 miliar.
Timor Leste di Dasar Klasemen Nilai Pasar
Di ujung lain daftar, Timor Leste tercatat sebagai peserta dengan nilai pasar skuad paling rendah se-Piala AFF 2026. Joao Pedro jadi pemain termahal mereka dengan Rp3,48 miliar, diikuti gelandang Gostavo senilai Rp2,17 miliar, sementara sisa pemain lain berada di bawah angka itu.
Rekor Pertemuan Turut Menyokong Indonesia
Selain unggul secara nilai pasar, Indonesia juga membawa modal psikologis dari rekor head-to-head: enam kali bertemu Timor Leste dalam 15 tahun terakhir, enam kali pula Garuda menang tanpa terkalahkan, dimulai dari kemenangan telak pada 2010 hingga dua laga beruntun pada Januari 2022 yang berakhir 4-1 dan 3-0.
Namun performa di atas kertas tak selalu berbanding lurus dengan hasil di lapangan hijau. Nilai pasar mencerminkan potensi kualitas pemain, bukan jaminan skor akhir — jawaban sesungguhnya baru akan terlihat begitu wasit meniup peluit kickoff di Chonburi.
Sumber: Bola.net




